9 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Saat Olahraga

February 21st, 2018 by admin |  No Comments »
9 Kesalahan yang sering dilakukan saat olahraga

9 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Saat Olahraga

9 Kesalahan yang sering dilakukan saat olahraga

Tujuan utama dari olahraga adalah untuk kesehatan dan penampilan fisik yang bugar berikut ini adalah 9 Kesalahan yang sering dilakukan saat olahraga. Namun, jika olahraga dilakukan dengan cara yang tidak tepat, maka hasilnya pun tak akan sesuai dengan harapan. Berikut ini ada beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam olahraga. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan ini bisa membantu mendapat hasil yang memuaskan dari olahraga yang kamu lakukan.

9 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Saat Olahraga

 

1. Tidak rutin berolahraga

Olahraga sebaiknya dilakukan dengan rutin, sehingga hasilnya pun bisa maksimal. Olahraga yang dilakukan setiap hari selama 15 menit lebih baik dibanding olahraga seminggu sekali selama 2 jam.

2. Olahraga tanpa pemanasan

Olahraga tanpa pemanasan terlebih dahulu bisa menyebabkan cedera pada otot. Itu sebabnya penting untuk melakukan pemanasan agar otot-ototmu siap untuk berolahraga.

3. Tidak melakukan cooling down setelah olahraga

Banyak orang yang setelah olahraga langsung beristirahat atau bahkan mandi, padahal hal ini tidak tepat. Sebaiknya, setelah olahraga lakukan pendinginan agar detak jantung kembali normal, dan mengurangi risiko cedera.

4. Kurang menjaga tubuh tetap terhidrasi

Minumlah air putih yang cukup sebelum dan saat olahraga. Sebab, jika tubuh dehidrasi, bisa menyebabkan kram, pusing, serta cedera otot.

5. Melakukan teknik yang salah saat olahraga

Berhati-hatilah, melakukan teknik yang salah saat olahraga bisa menyebabkan otot robek atau cedera punggung.

6. Mengangkat beban banyak dalam waktu cepat

Jika ingin mengangkat beban yang lebih berat maka lakukan secara bertahap dan sesuaikan dengan kemampuanmu. Ini untuk menghindari terjadinya cedera otot.

7. Tak berkonsentrasi pada teknik pernapasan

Konsentrasi dan sinkronkanlah pernapasanmu dengan olahraga yang sedang kamu lakukan. Ini berfungsi untuk memasukkan oksigen yang segar dalam tubuhmu, dan hasil olahraga menjadi lebih maksimal.

8. Tidak melakukan peregangan

Melewatkan peregangan saat olahraga, terutama untuk olahraga yang menggunakan sendi, bisa mengakibatkan sakit pada bahu, punggung, atau leher. Peregangan berfungsi untuk membuat otot lentur dan nyaman.

9. Melakukan gerakan olahraga yang monoton

Berolahraga dengan gerakan yang monoton tentunya akan membuatmu mudah bosan. Karena itulah sebaiknya lakukan olahraga dengan jenis dan gerakan yang variatif agar kamu lebih bersemangat untuk rutin olahraga.
.



Tanda-tanda Dan Penyebab Kejang Pada Anak

October 10th, 2017 by admin |  2 Comments »

Tanda-tanda Dan Penyebab Kejang Pada Anak

Kejang atau step yang terjadi pada anak umumnya dialami oleh mereka yang daya tahan tubuhnya sedang menurun. Di mana saat daya tahan tubuh anak sedang menurun, ia akan lebih rentan terkena penyakit. Saat terserang penyakit inilah, tubuh melakukan perlawanan terhadap penyakit sehingga suhu tubuh anak jadi meningkat (demam). Bila demam terlalu tinggi atau melebihi 40 derajat celcius, anak bisa mengalami kejang.

Jika demam atau suhu tubuh anak terlalu tinggi, oksigen menjadi mudah menguap. Akhirnya ini dapat menyebabkan anak kesulitan dalam bernafas, dan asupan oksigen ke otak jadi terhambat. Karena kurangnya asupan oksigen ke otak, membuat otak bekerja tak sempurna, kemudian terjadilah kejang. Ada beberapa penyakit yang bisa menyebabkan terjadinya kejang pada anak, yaitu:

  1. Pilek
  2. Radang tenggorokan
  3. Diare
  4. Muntaber, dan
  5. Keturunan

Setelah mengetahui penyebab dari kejang pada anak, kita juga perlu mengetahui apa saja tanda-tandanya seorang anak yang mengalami kejang, yaitu:

  1. Bola mata melihat ke bagian atas kening
  2. Kedua tangan serta kaki akan kaku, disertai adanya gerakan kejut
  3. Gigi antara rahang atas dan bawah akan terkatup
  4. Ada pula yang disertai dengan muntah maupun nafas terhenti selama beberapa saat
  5. Jika kondisi kejang terbilang parah, kadang disertai juga dengan hilangnya kesadaran
  6.  Biasanya kejang hanya terjadi sekitar 5 menit. Bila kejang terjadi lebih dari 15 menit, kondisi ini bisa dikategorikan membahayakan. Sebab kejang yang terlalu lama bisa menyebabkan kerusakan pada otak.

Kejang pada anak ini biasanya terjadi pada usia antara 1 hingga 6 tahun. Jika seorang anak pernah mengalami kejang, ada kemungkinan kejang tersebut akan berulang. Maka orangtua yang anaknya pernah mengalami kejang harus lebih waspada lagi, agar kejang tak berulang lagi. Mengingat akan bahaya yang mungkin timbul dari kejang ini, sebaiknya orangtua segera membawa anak ke dokter jika terjadi kejang. Dan juga berusaha untuk mencegah agar anak tak sampai mengalami demam tinggi. Sebab demam tinggi adalah pencetus terjadinya kejang pada anak.